Download PDF
Meroketnya harga kedelai di pasaran, menjadikan langkanya makanan yang digemari masyarakat dari kalangan jelata hingga kalangan atas yaitu tahu dan tempe. Masalah tersebut diakibatkan oleh ketidakmampuan para pengrajin tahu dan tempe yang berbahan baku kedelai ini berproduksi lantaran harga kedelai meningkat hampir 100%.Memang di wilayah sub-tropis, kedelai dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Namun di wilayah tropis sekalipun, dengan sentuhan teknologi, hasilnya tidak akan kalah. Pertumbuhan dan produksi kedelai di beberapa wilayah Indonesia sudah terbukti cukup memuaskan, seperti Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan NTB, dengan aneka jenis lahan pertumbuhan
Ketersediaan benih kentang bermutu sangat diperlukan untuk mendukung program swasembada kentang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media terhadap produksi Benih Penjenis (G0) kentang varietas Granola Kembang, Granola Lembang, Atlantik dan Margahayu. Penelitian dilaksanalan di Pusat Perbenihan Kentang Tosari Kab. Pasuruan, mulai bulan Januari s/d Desember 2009. Perlakuan terdiri Komposisi media tanam, yaitu S1: media humus bambu : arang sekam (1:1); S2: media pupuk kandang : tanah : arang sekam (1:1:2); S3: media kompos jamur : arang sekam (1:1); dan S4: media kompos jamur : bokashi : arang sekam (1:1:1). Varietas kentang yang dikaji adalah: Granola Kembang, Granola Lembang, Atlantik dan Margahayu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif dan produksi umbi per rumpun